Selasa, 21 Oktober 2014

PRINSIP-PRINSIP EKONOMI

SEPULUH PRINSIP EKONOMI


     PRINSIP #1: Orang Menghadapi Tradeoff
     "Tak ada yang gratis di dunia ini." Untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan, kita biasanya harus mengorbankan sesuatu lain yang sama-sama berharga. Membuat keputusan menghadapkan kita pada pertukaran (tradeoff), merelakan sesuatu untuk suatu tujuan. Ketika orang-orang dikelompokan kedalam masyarakat, mereka akan menghadapi berbagai jenis tradeoff. Salah satunya yang klasik adalah kasus "senjata dan mentega."
Semakin banyak pendapatan suatu negara dihabiskan untuk pertahanan (membeli senjata), maka semakin sedikit uang yang bisa dibelanjakan untuk membeli makanan (mentega) untuk meningkatkan taraf hidup.

PRINSIP #2: Biaya Adalah Apa Yang Anda Korbankan untuk Mendapatkan Sesuatu
     Karena setiap orang menghadapi tradeoff, maka pengambilan keputusan sangat diperlukan untuk membandingkan biaya dan manfaat dari setiap tindakan yang akan dilakukan. Biaya kesempatan (opportunity cost) adalah hal-hal yang harus di korbankan untuk mendapatkannya. contoh kasus dari masalah ini misalnya untuk kuliah, siapa saja harus sadar akan biaya kesempatan yang mungkin menyertai setiap tindakan. Faktanya, mereka biasanya sadar akan hal itu. Para atlet usia kuliah yang bisa mendapatkan uang puluhan juta jika mereka berhenti sekolah dan masuk dunia profesional sepenuhnya sadar bahwa biaya kesempatan mereka untuk masuk kuliah sangatlah besar. Tidak heran jika sering kali mereka berpendapat bahwa manfaatnya tidaklah sepadan dengan biayanya.

PRINSIP #3 Orang Rasional Berpikir pada Batas-batas
     Perubahan marjinal (marginal changes) untuk menjelaskan penyesuaian-penyesuaian terhadap sebuah rencana kerja yang sudah ada sebelumnya. Jika seseorang ingin membuat keputusan terbaik, maka harus berfikir secara bertahap. Artinya keputusan terbaik baru akan muncul apabila dia mampu membandingkan berbagai keuntungan marginal dengan biaya marginalnya. Seorang pengambil keputusan yang rasional akan bertindak, jika dan hanya jika, keuntungan dari tindakan tersebut melebihi biaya marginalnya.

PRINSIP #4 Orang Tanggap Terhadap Insentif
     Karena dari setiap individu menciptakan keputusan berdasarkan perbandingan atas segenap manfaat dan biaya, maka perilaku kita pun akan berubah setiap perhitungan manfaat dan biaya tersebut. Artinya, kita selalu tanggap terhadap insentif. Dengan demikian, kita juga akan memahami bagaimana perekonomian bekerja.

PRINSIP #5 Perdagangan Menguntungkan Semua Pihak
     Sesungguhnya semua unit atau pelaku ekonomi selalu bersaing terus-menerus mengadakan perdagangan atau pertukaran. Jadi, setiap unit ekonomi akan selalu diuntungkan oleh perdagangan itu sendiri. Dikarenakan semua pihak dapat melakukan spesialisasi pada bidang yang sangat dikuasai sehingga hasilnya memuaskan. Selain itu juga,memperoleh berbagai macam barang dan jasa dengan harga yang jauh lebih murah.Semuanya sama-sama mendapat keuntungan dari perdagangan sekaligus menjadi pesaing yang sangat dibutuhkan salam bidang perekonomian dunia.

PRINSIP #6 Pasar adalah Tempat Yang Baik Untuk Mengorganisasikan Kegiatan Ekonomi
     Pasar adalah suatu perekonomian yang mengalokasikan sumber-sumber dayanya melalui proses keputusan terdesentralisir oleh sekian banyak perusahaan dan pedagangan kecil yang satu sama lain berinteraksi di pasar-pasar barang dan jasa.

PRINSIP #7 Pemerintah Terkadang Mampu Meningkatkan Hasil-hasil dari Pasar
      Alasan mengapa pemerintah perlu melakukan campur tangan atau interaksi terhadap pasar: demi mempromosikan efisiensi dan mempromosikan keseimbangan. Artinya kebijakan-kebijakan pemerintahan bertujuan untuk memperbesar kue ekonomi atau untuk mengubah cara pembagian kue secara merata.Kegagalan pasar (market failure) saat merujuk pada situasi dimana pasar gagal mengalokasikan sumber-sumber daya itu secara efektif oleh kemampuannya sendiri. Kekuasaan pasar (market power), yaitu kemampuan sekelompok orang untuk megatur harga-harga dipasar.

PRINSIP #8 Standar Hidup Suatu Negara Bergantung pada Kemampuannya Menghasilkan Barang dan Jasa
     Perbedaan standar hidup antarnegara dan antarwaktu yang begitu setara adalah perbedaan produktivitas antarnegara dan antarwaktu. Produktivitas adalah kuantitas barang dan jasa yang dihasilkan dala satu jam kerja dari seorang pekerja. Begitu pula dengan tingkat pertumbuhan produktivitas disuatu negara akan menentukan cepat atau lambatnya laju pertumbuhan rata-rata pendapatan penduduknya secara menyeluruh.

PRINSIP #9 Harga-harga Meningkat Bila Pemerintah Mencetak Uang Terlalu Banyak
     Inflasi (Inflation) adalah kenaikan tingkat harga suatu barang secara keseluruhan dalam suatu perekonomian. Sebab inflasi menimbulkan berbagai kesulitan terhadap masyarakat, upaya menjaga inflasi agar tetap rendah dan terkendali merupakan targer utama kebijakan ekonomi pemerintah diseluruh dunia. Penyebab utama terjadinya lonjakan inflasi yang melambung tinggi dan berlangsung lama yaitu pertumbuhan kuantitas uang yang beredar di masyarakat. Maka pemerintah seharusnya tidak mencetak atau mengedarkan uang terlalu banyak sehingga nilai uang tersebut tidak akan merosot atau turun.

PRINSIP #10 Masyarakat MenghadapiTradeoff Jangka Pendek antara Inflasi dan Pengangguran.
     Inflasi masih menyulitkan para pembuat kebijakan dalam mengelola perekonomian adalah bahwa upaya meredam lonjakan inflasi sering kali mengakibatkan kenaikan sementara tingkat pengangguran. Karena dana investasi dan produksi menyusut mengakibatkan lapangan kerja menipis. Kurva Philip (Phillips curve) adalah tradeoff jangka pendek antara inflasi dan pengangguran yang menjelaskan bahwa tradeoff muncul saat sebagian harga lambat menyesuaikan diri. Akibat adanya harga-harga yang kaku, berbagai kebijakan pemerintah menciptakan dampak-dampak jangka pendek yang berbeda dari dampak yang diciptakannya dalam jangka panjang. Secara lebih dalam, para pembuat kebijakan dapat memanfaatkan pemahaman atas tradeoff itu dalam merumuskan berbagai instrumen kebijakan ekonomi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar